Jumat, 17 Maret 2017

Tugas Sejarah SMAN 1 PASURUAN "Meneladani Pahlawan R.A. Kartini"

Meneladani Pahlawan
R.A. KARTINI

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. R.A Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Semangat belajar RA Kartini sangat tinggi dengan mengumpulkan buku – buku pelajaran dan ilmu pengetahuan untuk dibacanya. Tentunya bangsa Indonesia sangat butuh RA Kartini baru dimasa – masa ini. Banyak hal yang patut diteladani dari sosok RA Kartini.
RA Kartini adalah sosok yang sederhana, dengan pandangannya yang tidak memperdulikan status, RA Kartini mudah bergaul dengan siapa saja dan tetap menjalani hidup sederhana walapun merupakan anak seorang bangsawan. RA KArtini juga termasuk sosok yang rajin, walapun dia tidak bersekolah tetapi semangat belajarnya masih tinggi dengan membaca buku dan koran.
Bukan hanya ilmu pengetahuan yang penting bagi RA Kartini, namun kecerdasan berfikir dan kecerdasan budi harus sama – sama dimajukan. Bagi kartini yang juga merupakan seorang pendidik, tugas pendidik belum usai jika hanya mencerdaskan fikiran saja, ia harus mendidik budi atau akhlaq muridnya.
Walapun memiliki pemikiran sendiri, RA Kartini tetap menghormati kepustusan orangtuanya. Salah satu buktinya ia menuruti permintaan orangtuanya untuk tidak melanjutkan sekolah. Baginya bila menuruti kata hatinya, itu berarti merusakkan hati orangtuanya. Begitu mulia niat RA Kartini untuk membahagiakan orang tuanya.
Sifat – sifat teladan RA Kartini sekarang ini memang sudah terkikis oleh zaman. Mungkin hanya segelintir orang khususnya wanita yang masih memiliki sifat- sifat positif seperti RA Kartini pada zaman dulu. Namun, semuanya belum terlambat jika ingin memperbaiki. Jika ingin semua orang meneladani RA Kartini maka bisa dimulai dari diri kita sendiri.

PAGELARAN MALAM BULAN PURNAMA DAN PENGENALAN LEGENDA PUTRI JAWI (Tugas Sejarah SMAN 1 PASURUAN)

PAGELARAN MALAM BULAN PURNAMA DAN PENGENALAN LEGENDA PUTRI JAWI
Enynditya Eka Tsamar
Ismi Roichatul Jannah
Abstrak : Candi Jawi adalah sebuah andi peninggalan Kerajaan Singasari yang terletak di Kabupaten Pasuruan.  Sejarah berdirinya Candi Jawi tentu sudah banyak yang mengetahuinya. Beberapa tahun terakhir, setiap bulan purnama diadakan pagelaran dengan latar belakang Candi Jawi dan bulan purnama. Dalam pagelaran ini, berbagai kesenian dari berbagai daerah, terutama kesenian asal Pasuruan, ditampilkan dalam pagelaran.
A.    Sekilas tentang Candi Jawi
Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha. Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan. Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.
B.     Pagelaran Malam Bulan Purnama
Perintisan Pagelaran Malam Bulan Purnama ini tidak ada hubungannya dengan asal mula sejarah Candi Jawi.
Perintisan Pagelaran Malam Bulan Punama didasari oleh kegiatan anak-anak kecil pada zama dahulu. Pada zaman dahulu, setiap malam bulan purnama banyak anak kecil yang  bermain dolanan tradisional seperti, gasing, jaranan, congklak, petak umpet, dan lain-lain. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, dolanan-dolanan tersebut sudah tidak banyak lagi yang memainkannya.
Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan merintis Pagelaran Malam Bulan Purnama di Candi Jawi untuk melestarikan budaya dan kesenian dari daerah-daerah terutama kesenian asal Pasuruan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin maju.
Perintis Pagelaran Malam Bulan Purnama
1.      Kepala Bidang Seni dan Kebudayaan, Thruno Aritona
2.      Kasi Pelestarian Budaya dan Kesenian, Lilik Susilowati
3.      Staf Seni Budaya, Hari Untung P.S
Pagelaran Malam Bulan Purnama pertama kali digelar pada tahun 2010 dan di resmikan oleh Bupati Pasuruan pada masa itu, yaitu Bapak Dade Angga. Sejak saat itu, Pagelaran Malam Bulan Purnama ini rutin dilaksanakan setiap bulannya pada tanggal 15 kalender jawa, tepat saat terjadinya bulan purnama.
Untuk mengenalkan acara pagelaran ini pada dunia, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan travel dan agen. Dinas Pariwisata akan memberikan jadwal pagelaran kepada travel dan agen agar banyak turis asing yang menyaksikan pagelaran.
Dalam pagelaran, ditampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan asli Pasuruan untuk memfasilitasi seniman-seniman yang ada di Pasuruan. Kesenian yang ditampilkan antara lain, macam-macam tari, drama tari campur sari putri jawi, musik, ludruk, pencak silat, dan lain-lain. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan bukan hanya dari daerah Pasuruan saja, namun juga ada kesenian yang berasal dari daerah lain. Seperti Tari Kecak dari Bali dan Tari Reog dari Ponorogo.
Kesenian yang ditampilkan disesuaikan dengan tema pagelaran. Setiap bulannya akan ada tema yang berbeda. Seperti saat bulan Ramadhan, pagelaran mengambil tema kasidah.
C.     Legenda Putri Jawi
Perluasan Majapahit berhasil menaklukkan pulau Bali atau Brang Wetan sehingga mau tidak mau kerajaan – kerajaan Bali atau Brang Wetan harus labuh ke Majapahit, dikirimlah Putri yang cantik jelita bernama Putri Jawi sebagai tanda asok abon putri penungkul untuk dijadikan garwa selir oleh raja Majapahit agar terjalin hubungan baik antara kedua Negara.
Dalam perjalanan dari Bali ke Majapahit Putri Jawi dikawal oleh seorang Patih yang sakti mandraguna bernama Patih Kebo Suwayuwo.
Witing tresna jalaran saka kulina, karena sering bercengkrama dengan sang Putri Jawi akhirnya Kebo Suwayuwo jatuh cinta kepada sang Putri Jawi. Ia lupa akan tugasnya untuk mengawal sang Putri sebagai calon garwa selir sang Raja Majapahit. Terjadilah perang batin antara tugas kerajaan dan rasa cinta yang menghujam.
Perjalanan mereka sudah mendekati kota Raja Majapahit. Akhirnya Kebo Suwayuwo mencoba untuk mengatakan isi hatinya kepada Putri Jawi. Alangkah kagetnya Kebo Suwayuwo mendengar bahwa cintanya ditolak oleh Putri Jawi, seperti mendengar petir disiang bolong. Sang Putri lari karena takut Kebo Suwayuwo marah dan mengejar dirinya, agar tidak ketahuan oleh Putri Jawi maka Kebo Suwayuwo menggali tanah untuk jalannya mengejar Putri Jawi, dan desa itu sekarang bernama desa Ngerong. Karena tergopoh – tergopoh sang Putri sampai kehilangan gelang tangannya dan desa itu sekarang bernama desa Nggelang.Tibalah sang Putri disuatu tempat yang masyarakatnya merasa iba dan akhirnya menolong sang Putri dengan cara memberi pagar perlindung, kemudian desa itu sekarang bernama Rajek (pagar).
Kejadian larinya Putri Jawi terdengar juga oleh sang Raja Majapahit, akhirnya diutuslah beberapa prajurit pilihan untuk menolong sang Putri Jawi. Perang tanding antara Kebo Suwayuwo dan Prajurit Majapahit tak terhindarkan, banjir darah tidak terhindarkan sampai – sampai terlihat seperti kali getih (sungai darah) yang sekarang menjadi nama sebuah sungai didaerah Tretes – Pandaan. Banyak tetesan darah dimana – mana, yang sekarang bernama Tretes.
Kedigdayan Kebo Suwayuwo tidak terbendung oleh siapapun, akhirnya datanglah seorang yang sakti bernama Ki Ageng Pandak yang mencoba menghentikan kemurkaan Kebo Suwayuwo. Namun walau sama – sama kuat dan berimbang tapi Ki Ageng Pandak tetap tewas juga oleh Kebo Suwayuwo dengan cara ketika tertidur dibunuh oleh sang Suwayuwo.
Sebelum meninggal, Ki Ageng Pandak berpesan kepada Putri Jawi agar sang Putri berpura – pura mau diperistri oleh Kebo Suwayuwo asalkan dengan syarat harus dibuatkan sumur yang bersumber jernih. Syarat tersebut disanggupi oleh Kebo Suwayuwo. Karena tanahnya tandus, maka sumur itu tidak juga mengeluarkan air. Setelah dirasa cukup dalam dan tidak terdengar suaranya, oleh sang Putri Jawi dibantu Prajurit Majapahit sumur tersebut  ditimbuni dengan  bebatuan. Sekarang desa itu bernama desa Suwayuwo dan tempat meninggalnya Ki Ageng Pandak bernama Pandaan, yang sekarang menjadi Kecamatan Pandaan di Kabupaten Pasuruan.. Sang Putri Jawi memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan bermukim di suatu desa, yang sekarang bernama desa Jawi.
D.    Pengenalan Legenda Putri Jawi dalam Pagelaran
Putri Jawi ini hanyalah sebuah legenda yang belum terbukti secara otentik tentang keberadaannya, namun legenda Putri Jawi ini telah menambah khasanah budaya nusantara yang terkenal Adi Luhung dan beraneka ragam jenisnya. Semoga Drama Tari Campursari dengan judul Putri Jawi bisa menambah wawasan kita semua, bahwa betapa kayanya bangsa kita, betapa beragamnya budaya kita.
Untuk mengenalkan legenda Putri Jawi, setiap pembukaan Pagelaran Malam Bulan Purnama dibacakan kisah Putri Jawi. Jika tema yang digunakan memungkinkan, legenda Putri Jawi akan ditampilkan dalam bentuk drama tari campursari.




LAMPIRAN
Daftar Pertanyaan Pedoman Wawancara;
1.      Bagaimana asal mula tradisi Pagelaran Malam Bulan Purnama?
2.      Apakah asal mula Pagelaran Malam Bulan Purnama berhubungan dengan sejarah Candi Jawi?
3.      Sejak kapan Pagelaran Malam Bulam Purnama digelar?
4.      Apakah acara Pagelaran Malam Bulan Purnama sudah dikenal sampai mancanegara?
5.      Siapa saja perintis acara Pagelaran Malam Bulan Purnama?
6.      Kesenian apa saja yang ditampilkan?
7.      Bagaimana cerita legenda Puti Jawi?
8.      Bagaimana usaha untuk mengenalkan legenda Putri Jawi ke dunia luar?

BIODATA INFORMAN
Informan I
Nama                    : Hari Untung P.S.
Umur                    : 40 tahun
Alamat                 : Jalan Raya Pleret Selatan No.1
Posisi Informan    : Staf Seni Budaya
Informan II
Nama                    : Refli
Umur                    : 36 tahun
Alamat                 : Perum Kebon Candi

SUMBER :
Wawancara dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan
Artikel Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan

https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Jawi

Senin, 19 Desember 2016

Drama Sejarah SMAN 1 PASURUAN "Awal Kedudukan Jepang"

AWAL KEDUDUKAN JEPANG

Jepang : Suwanto
Istri : Winda Ariani
Belanda : Andreas Anthoni Wiyanto
Penyiar : Eva Zerlina Widyawati
Rakyat 1 : Ronaa Roosyidah Nabiilah
Rakyat 2 : Ismi Roichatul Jannah
Rakyat 3 : Nur Hidayatul Maulidya
Rakyat 4 : Rizqita Niswatul Mulia
Rakyat 5 : Fatimatuz Zahro
Tentara 1 : Zul Hilmi Hadyan Putra
Tentara 2 : Ali Husin

Awal mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Pada tahun 1941, Akmiral Isoroku Yamamoto mengembangkan strategi perang untuk memerangi Amerika, Inggris, dan Belanda. Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang meneyerang Armada Pasifik Amerika di Pearl Harbour.
SCENE 1
Jepang             : Okaa-san… Lihat ini! (Sambil memperlihatkan sebuah surat kabar)
Istri                  : Memangnya itu apa?
Jepang             : Surat pelarangan ekspor dari pihak Amerika, rupanya mereka belum tau siapa kita.
Istri                  : Lalu apa yang akan otou-san lakukan?
Jepang             : Tentu saja kita tunjukan kepada mereka siapa kita.
Istri                  : Sudahlah. Tidak perlu otou-san melakukan itu.
Jepang             : Diamlah! Kamu itu tidak tau apa-apa.
(Video Perang Pasifik)
Sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, radio-radio Jepang sering menyiarkan radio dalam Bahasa Indonesia. Setiap malam, Jepang akan menyiarkan berita dalam Bahasa Indonesia dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya.
SCENE 2
Penyiar            : Selamat malam untuk seluruh orang Indonesia yang sedang mendengarkan siaran kali ini. Jepang berjanji akan membantu semua rakyat Indonesia. Alangkah baiknya jika rakyat Indonesia berontak melawan Belanda, sebelum Jepang mendarat agar semakin mempermudah Jepang dalam mengusir Belanda nanti. Ingat, Jepang datang bukan untuk menjajah Indonesia melainkan memerdekakan bangsa Indonesia. Sekarang langsung kita dengarkan lagu Indonesia Raya agar semangat pendengar semua semakin berkobar. Selamat mendengarkan.
Rakyat 1          : Semoga saja semua itu bukan hanya janji-janji belaka.
Pada tanggal 1 Maret 1942 sebelum matahari terbit, Jepang mendarat di 3 tempat di pulau Jawa, yaitu Banten, Indramayu, dan Rembang. Tujuan Jepang datang ke Indonesia adalah untuk mencari bahan Industri perang dan minyak bumi karena Jepang sedang melakukan Perang Pasifik melawan Amerika dan mereka kehabisan bahan industri perang. Selain sumber daya alam, sumber daya manusia di Indonesia juga dimanfaatkan oleh Jepang untuk keperluan Perang Pasifik.
SCENE 3
Jepang             : Selamat malam rakyat Nusantara, kami dari Jepang sangat membutuhkan beberapa bahan perang yang ada di sini. Kami berjanji akan membebaskan kalian dari Belanda dan membuat hidup kalian semakin sejahtera.
Rakyat 2          : Apakah yang kau bicarakan itu bukan hanya janji semata? Kau akan menepatinya?
Jepang             : Kami di sini tidak untuk menjajah kalian. Kami hanya membutuhkan beberapa bahan perang.
Rakyat 2          : Baiklah. Kami izinkan kalian untuk menginjak tanah Nusantara kami. Tapi awas saja jika sampai kalian membohongi kami seperti orang-orang dari negeri barat.
Sementara rakyat yang sudah mendengar kedatangan Jepang terus membicarakan orang dari Asia Timur itu. Rakyat ada yang pasrah dan mananti janji yang diberikan oleh Jepang. Namun, rakyat juga takut jika mereka dibohongi lagi oleh negara-negara yang sebelumnya pernah singgah ke Indonesia
SCENE 4
Rakyat 4          : Sudah tahu belum tentang kedatangan Jepang?
Rakyat 5          : iya saya juga sudah tahu.
Rakyat 1          : Kak, denger deh!
Siaran              : Hai orang-orang Indonesia. Jepang sudah sampai di Indonesia. Tidak lama lagi mereka akan membantu kalian semua agar terbebas dari penjajahan Belanda.
Rakyat 2          : Semoga Jepang memang memiliki niat baik bagi negeri ini.
Rakyat 3          : Halah… lupa apa kalian? Belanda juga datang baik-baik.  Tetapi nyatanya.
Rakyat 4          : Kita mah sebagai rakyat biasa tidak tahu apa-apa.
Rakyat 5          : Semua apa kata orang putih itu.
Rakyat 1          : Lalu kapan kita bisa berdiri sendiri?
Rakyat 2          : Suatu saat nanti.
Rakyat 3          : Jangan mimpi! Itu mah gak masuk akal.
Rakyat 5          : Hushh!
Untuk membuat rakyat Indonesia semakin percaya pada Jepang, Jepang menyerang Belanda dan merebut pangkalan udara Kalijati. Sehingga pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerah kepada Jepang atas Indonesia ditandai oleh perundingan di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Pihak Pemerintah Belanda diwakili oleh panglima tentara Belanda Letjen. Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer,  sedangkan pihak pemerintah Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura.
SCENE 5
Belanda           : Kemana Jepang ini? Sampai jam segini belum datang-datang juga.
(Jepang datang)
Jepang             : Mari segera kita mulai!
Belanda           : Saya menyerah kalah.
Jepang             : Belanda harus menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dan semua daerah jajahan Belanda diserahkan kepada Jepang. Sekarang cepat tandatangani surat perjanjian ini!
(Belanda dan Jepang menandatangani surat Perjanjian Kalijati)
Jepang             : Bagus. Tentara tangkap dia dan kembalikan ke negaranya
Belanda           : Apa yang kamu inginkan?
Jepang             : Tentu saja Indonesia.
Belanda           : Dasar manusia serakah!
(Belanda dibawa oleh tentara Jepang)
Esok harinya Senin tgl 9 Maret 1942, jam 6.00 pagi NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij) ternyata masih membuka siarannya dengan lagu kebangsaan “Wilhelmus”. Masih dikumandangkannya lagu Wilhelmus sampai tanggal 18 Maret 1942 ternyata berbuntut panjang. Pihak penguasa Jepang menganggapnya sebagai pembangkangan. Sejumlah petugas radio ditangkap dan sebagian dari mereka atas perintah Imamura.
SCENE 6
Penyiar Belanda: Oke hanya sekedar untuk mengingat, mari kita dengarkan bersama lagu kebangsaan Belanda.
(Diputar lagu kebangsaan Belanda)
Tentara 1         : Hei! Apa yang kamu lakukan? (Tentara Jepang tiba-tiba masuk ke ruangan radio)
Penyiar Belanda: Hah??
Tentara 2         :  Kamu tahu barusan itu adalah suatu kesalahan yang fatal.
Penyiar Belanda: Tapi saya tidak berniat untuk memberontak!
Tentara 1         : Tetap saja. Kamu harus menerima konsekuensinya.
Penyiar Radio : Lepaskan aku!
Tentara 2         : Kejar! Jangan biarkan dia lolos.
(Penyiar Radio yang dikejar Tentara Jepang itu tanpa sengaja menabrak salah satu rakyat)
Rakyat 4          : Hei! Kenapa kamu?
Tentara 1         : Tembak saja dia!
Tentara 2         : (Menembak Penyiar Radio Belanda)
(Rakyat tersebut berlari meninggalkan tempat tkp)
Tentara 2         : Dia mati!
Tentara 1         : Ya uda biasa aja.
Tentara 2         : Lalu kita apakan mayat ini?
Tentara 1         : Buang sajalah dia.
SCENE 7
Kemenangan Jepang atas Belanda terus digembor-gemborkan di radio agar seluruh rakyat Indonesia bisa mendengarnya. Untuk semakin mendapat simpati dari rakyat, propaganda demi propaganda terus dilakukan. Mulai dari memperbolehkan pengibaran bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan melarang penggunaan Bahasa Belanda.
Siaran              : Selamat siang untuk seluruh orang Indonesia yang sedang mendengarkan siaran kali ini. Sekarang Jepang telah berhasil mengusir Belanda dari negeri kita tercinta. Masih ingat janji jepang bagi negeri ini? Yapp benar, Jepang berjanji akan membantu semua rakyat Indonesia kepada suatu kemerdekaan yang kita semua impikan. Tentu saja sebelum kemerdekaan itu terjadi, biasakan bagi kita untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu kalian juga dibebaskan untuk mengibarkan bendera merah putih.
Rakyat 2          : Tuh denger! Tanda-tanda kemerdekaan negeri ini.
Rakyat 1          : hmmm… Maksudnya?
Rakyat 3          : Kamu itu masih terlalu polos, ga tau apa-apa!
(Rakyat 4 berlari dengan wajah yang ketakutan)
Rakyat 5          : Kamu kenapa?
Rakyat 4          : Tentara Jepang membunuh seseorang.
Rakyat 2          : Apa sebabnya?
Rakyat 4          : Aku tidak tahu pasti.
Rakyat 3          : Tuh kan. Bukankah aku sudah pernah bilang. Jangan terlalu percaya dengan mereka
Rakyat 5          : Sudah sudah. Sekarang diminum dulu teh nya.
Rakyat 1          : Tentara Jepang ternyata kejam ya?
Rakyat 3          : Iya anak manis. Mangkannya dengerin omongan kakak.
(Datanglah kedua tentara Jepang)
Tentara 1 2      : Ayo semuanya kumpul!
Rakyat 3          : Apalagi rencana mereka kali ini? Ah sudahlah ini membuang waktuku saja! Dik mau ikut. Kakak pengen pergi ke sana.
Rakyat 1          : Boleh. Adik beli in kerupuk ya kak.
Rakyat 2          : Kenapa dengan dia?
Rakyat 5          : Sudahlah jangan hiraukan dia. Biarkan saja.
(Jepang dan Istrinya datang)
Istri                  : Hai Indonesia. Apa kabar kalian semuanya?
Jepang             : Kita datang di Indonesia untuk membawa indonesia menjadi negeri yang merdeka. Kalian percaya?
Rakyat             : Percaya. (Ucap rakyat serempak dan dilanjutkan tepuk tangan riuh).
Jepang             : Ingat bahwa kita adalah saudara tua kalian. Kita akan membawa kalian kepada kemerdekaan yang sudah kalian impi-impikan.
(Semua yang ada bertepuk tangan)
Rakyat 1          : Hallo. Hoe gaat het?
Jepang             : Siapa itu?
Rakyat 5          : Apa yang kamu katakan? Jaga perkataanmu.
Tentara 1         : Suaranya gadis itu, Han.
Jepang             : Tangkap dia. Beraninya kamu menggunakan Bahasa Belanda.
Istri                  : Ottou-san apa yang kau lakukan?
Jepang             : Diam!
Tentara 2         : Dasar penghianat!
Rakyat 2          : Lepaskan dia saya mohon.
Rakyat 4          : Lihatlah dia masih kecil. Dia belum tau apa-apa.
Rakyat 3          : Dasar pecundang! Lepaskan dia!
Rakyat 5          : Saya mohonn…

Untuk mengambil simpatik dari rakyat Indonesia,  pemerintah Jepang mula-mula bersikap lunak dan memberi hati kepada rakyat Indonesia, tepi akhirnya berlawanan dengan apa yang dijanjikan oleh pemerintah meliter Jepang. Memang awal mulannya Jepang melakukan kerjasama dengan Indonesia demi kepentingan Asia Timur Raya, dan  untuk merealisasikan kerjasama tersebut, Jepang memdirikan organisasi yang bernama Gerakan Tiga A dengan semboyan “ Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon  Cahaya Asia”. Organisasi ini dibentuk April 1942 dengan maksud mengkonsilidasi rakyat guna melawan perperangan dengan kolonial secara bersama-sama dengan Jepang.